Tips Mengatasi Burnout (Kelelahan Menulis)

Aktivitas menulis memang tidak selalu menyenangkan. Bisa saja seseorang yang mempunyai hobi menulis sekalipun akan merasa kelelahan secara tiba-tiba. Namun, tentu saja itu adalah hal yang wajar. Ada beragam faktor yang mengakibatkan rasa lelah itu muncul.

Nah, daripada bingung harus bagaimana dan naskahmu semakin terlantar, yuk coba beberapa tips berikut ini. Sebab penulis juga perlu waktu untuk membangkitkan semangat menulisnya saat kelelahan.

1. Mengakui Kita Lelah

Menyadari kalau kita punya masalah adalah langkah awal untuk memperbaikinya. Amati gejalanya, lalu sadari kalau kita memang sedang kelelahan.

Rasa lelah tentu saja punya satu obat manjur yang bisa dicoba, yakni istirahat dan tidur. Kedua hal tadi terbukti cukup baik untuk mengobati rasa lelah itu sendiri. Asalkan kamu melakukannya sesuai dan tidak berlebihan, maka hasilnya juga akan maksimal.

2. Atur Jadwal

Umumnya, Burnout dikarenakan kelelahan akibat pekerjaan berulang. Misal, Kakak punya jadwal menulis dan target yang harus diselesaikan. Jika mungkin, kurangi load kerjanya. Delegasikan atau mengurangi target kejar tayang.

Misal selama sebulan Kakak menulis target sehari menulis 3000-5000 kata sehari selama berbulan-bulan. Mungkin bisa dikurangi, dari target sebelumnya lalu ganti dengan istirahat.

3. Curhat

Berbagilah dengan orang yang dipercaya. Meski kadang tidak ada solusi nyata, tapi mencurahkan kelelahan kadang membantu memperbaiki mood. Curhat memang cukup baik untuk hal apa pun dan kamu sebagai penulis juga bisa mencobanya. Mulailah percakapan dari hal sederhana, lalu berkembang sampai masuk ke topik utama.

Kelelahan dalam suatu proses untuk menulis memang tidak bisa dihindarkan. Namun, kalau kamu mau untuk mencoba mengusahakan mengusir malas tersebut, maka tidak ada ruginya. Paling penting, kamu harus terus berusaha menjaga mood yang ada. Yuk, coba terapkan tipsnya!

Sumber: Dari berbagai sumber lainnya